Rabu, 11 November 2015

Bagian 1: 3 Pasukan

     Di pagi yang mendung tiga makhluk jenaka jalan kaki menuju kampus. Ketiga makhluk ini adalah dari jenis manusia bersukumarga Ketela. Mereka bersahabat sejak masih balita. Kemana-mana selalu bersama, disaat suka maupun duka.
    
     Awan semakin hitam, sepertinya akan turun hujan. Mereka mempercepat langkah takut kehujanan, sambil bercanda, dorong-dorongan, saling pegangan tangan dengan hati riang gembira. Ga sadar kalau mereka sudah bukan anak-anak lagi.

     "Toloong.. tooloong..." Tiba-tiba terdengar teriakan dari orang-orang yang berlari ketakutan.

     Ada tiga siluman jahat yang bikin keributan. Mereka bertiga bersukumarga berri. Siluman pertama bernama stroberri, hobinya nakutin orang sambil gelinding kesana-kemari. "Juruss gelinding gendeng." ucap stroberry dengan semangat.

     "Juruus tangan seribuu." inilah siluman blekberri dengan lincah mencopet semua dompet orang-orang di sekitarnya.

     Siluman ketiga adalah bluberri, yang suka ngejar-ngejar cewek yang ada sambil ketawa, " huahua.. Huahuahua..."

     Ketiga anak muda berlari menghampiri para siluman itu. "Hentikann!!" salah satu dari anak muda itu teriak.

     "Siapa kalian anak muda? Berani sekali mengganggu kami." Tanya siluman stroberri dengan marah.

     "Kenalin ya, namaku Mas Gatot, Pasukan jenaka pertama." Pemuda berambut pendek rapi dengan kaos merah.

     "Aku Mas Gethuk, Pasukan jenaka kedua." Pemuda berkaca mata, rambutnya ikal dan berkaos biru.

     "Dan aku adalah Mbak Tiwul, Pasukan jenaka ketiga." Perempuan manis berambut sebahu dan memakai sweater kuning.

     "Seraang.." Siluman stroberri memberi aba-aba ke temannya.

     "Akan kami kalahkan kalian." ucap mas Gethuk bersiap bertarung. Mas Gethuk menghadapi Stroberri, mereka berdua melompat keatas mobil truk dan bertarung di atas bak truk.

     "Juruss gelindiing gendeng," Stroberri melakukan roll berputar ke arah Gethuk. "Kena kau hiaatt..."

     "Aduuhh.." Mas Gethuk terkena serangan dan terjatuh dari truk. Sambil meringis kuda megangin bokongnya yang sakit.

     Di sisi lain mas Gatot menghadapi si Blekberri, mereka bertarung sengit di bawah pohon. Dengan kecepatan tangan, Blekberri berhasil menyerang Gatot.

     "Juruus seribu tangaan," Seketika Blekberri mengambil semua barang yang di bawa Gatot. "Laaa.. La.. La.. Laa.. Semua barangmu ada di tanganku, la.. la.. laa." Blekberri jingkrak-jingkrak kegirangan.

     "Sialan! dasar siluman copet, kembaliin dompet, jam tangan, sama tas aku." kata Gatot sambil celingak-celinguk meriksa barang yang hilang di badannya.

     Sementara itu Bluberri yang hobinya ngejar-ngejar cewek, otomatis dia ngejar mbak Tiwul. Akhirnya mereka berdua kejar-kejaran ga jelas kesana-kemari, keluar masuk gang, rumah, lompat-lompat pagar, dan mobil.

     Bluberri terus mengejar tanpa lelah sambil tertawa bahagia. "Huahua.. Huauahua.."

     Mbak Tiwul kelelahan belari dan terjatuh. Nafas megap-megap kaya ayam dipotong. "Hah.. Haah.. Hah.. Fiuhh."

     "Mau lari kemana lagi huahua.. Huahuaah.. Haha.." ucap Bluberri mendekati Tiwul yang mulai berdiri dari jatuh.

     "Tunggu dulu! Sebentar aku mau minum dulu, haus banget nih," ucap Mbak Tiwul, kemudian mengambil botol minuman dari tasnya dan langsung meminumnya sampai habis, "Aaahhh suegeer tenann."

     Bluberri hanya melongo sambil mangap mulutnya melihat si Tiwul.

     "Sekarang waktunya kita balas teman-teman!" teriak tiwul dan mengambil posisi menyerang.

     "Siapp.." ucap Gethuk.

     "Oke kita gunakan teknik beladiri Gerakilat, ayo kita tunjukkan." ucap Gatot.

     Lalu mereka bertiga menarik napas dalam-dalam.

     "Terima ini.. Jurus Super Jitak Kilat!" Gatot menyerang Blekberri dengan jitakan kilatnya. Blekberri terjengkang langsung pingsan, kemudian Gatot mengambil lagi barang-barangnya yang tadi diambilnya.

     "Rasakan ini! Jurus Super Tampar Kilat!" Tiwul menampar Bluberri dengan sangat cepat hingga badannya berputar seperti gangsing. Bluberri jatuh pingsan matanya berputar-putar.

     "Giliranku, Jurus Super Kelitik Kilat!" dengan kecepatan tinggi, Gethuk mengelitik Stroberri sampai pingsan terkencing-kencing. Ketiga siluman itu pingsan dengan muka bahagia.

     "Terus kita apain nih siluman?" tanya Tiwul.

     "Udah biarin aja, besok juga bangun sendiri." jawab Gatot.

     "Ayo berangkat, udah telat nih ke kampus." ucap Gethuk.

     Tiba-tiba hujan turun dan mereka lari terbirit-birit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar