Jumat, 20 November 2015

Bagian 2: Kampus

     Dengan nafas ngos-ngosan Gatot, Gethuk, dan Tiwul sampai di kampus. Setelah kejadian tadi mereka kelelahan dan basah karena kehujanan.

     "Gara-gara tiga siluman gila tadi kita jadi sial begini," kata Tiwul sambil merinding kedinginan. "Mana baju basah, terlambat mata kuliah, apes banget."

      "Kamu mau masuk ke kelas ga wul?" tanya Gatot sambil goyang dumang berharap cepet kering bajunya.

      "Ntar aja deh, mata kuliah ke dua aja, kamu ngapain goyang-goyang ga jelas gitu tot?" Sambil heran melihat Gatot.

      "Iya kaya undur-udur kepanasan aja, haha.. Haa.." timpal Gethuk sambil ketawa.

      "Ya sapa tau bisa cepet kering dan badan jadi sehat hehe.." jawab Gatot sambil meringis kuda nil dan terus bergoyang tanpa malu.

      "Wah boleh juga tuh ide kamu tot. Aku mau goyang ikan pesut ah." Gethuk ikut goyang mirip ikan pesut dengan muka polosnya.

      "Aduh temenku pada gila." Tiwul tambah heran liat tingkah sobatnya.

      "Ayo wul ikutan joget biar cepet kering." ajak Gethuk.

      Akhirnya Tiwul buang rasa malunya dan ikut joget bareng. "Yaudah aku ikut joget deh pake goyang putri duyung." Tiwul bergoyang ala duyung.

     Tiga orang aneh ini terus bergoyang di koridor gedung kampus tanpa malu. Mereka menjadi bahan tawaan dan tontonan para mahasiswa yang lewat. Ada juga beberapa yang ikut joget bareng orang aneh itu. Pesta joget dadakan pun terjadi walau tanpa musik, hanya diiringi suara hujan gerimis.

      "Bubarr.. bubaarr.. ngapain pada joget-jogetan di sini." Bentak satpam kampus yang datang setelah melihat kerumunan mahasiswa yang menonton Gatot cs berjoget.

      "Nanggung pak lagi asik niih." Salah satu mahasiswa berkata sambil goyang undur-undur.

      "Ayo pak ikutan joget asikk lho." ajak Gatot yang lagi asik goyang pinggul.

      "Kalo kalian ga mau bubar, terpaksa saya pake cara kekerasan." kata satpam agak emosi, hidung dan kupingnya keluar asap.

      "Wah gawat pak satpam nya marah." Tiwul mulai ngeri liat muka si satpam.

      "Rasain nih Juruss Goyang Putiing Beliuungg.." Satpam bergoyang muter dan muncul angin puting beliung yang menyerang para mahasiswa.

      Mereka semua terpental karena tiupan angin yang kencang. Akhirnya mereka semua bubar ketakutan. Si satpam terus berputar seperti gangsing, setelah itu dia jatuh dengan bintang dan burung kecil berputar-putar di kepalanya.

      "Wah gara-gara pak satpam baju kita jadi kering." ucap Gethuk. Mereka bertiga sambil berlari menjauhi satpam.

      "Iya untung ada si satpam itu jadi cepet kering. Wul, thuk mau ke mana kita?" Tanya Gatot.

      "Aku mau ke kelas aja, mata kuliah ke dua bentar lagi mulai." jawab Tiwul yang berlari sambil nyisir rambutnya yang acak-acakan.

      "Aku juga ikut Tiwul ke kelas." kata Gethuk. Tiwul dan Gethuk satu jurusan dan sekelas.

      "Okelah kalau gitu, aku mau ke kantin aja males ke kelas." Gatot berpisah dan berjalan menuju kantin di belakang kampus.

---------

      Suasana kantin yang agak sepi dan beberapa stan belum buka. Gatot menuju stan kantin di ujung yang sedang dibuka oleh penjualnya. Hujan telah reda, suasana masih mendung dan berhawa agak dingin. Gatot duduk di dekat penjual kantin yang seorang gadis muda. Wajahnya biasa saja tapi lumayan sexy.

      "Baru buka mbak warungnya?" tanya gatot kepada gadis itu.

      "Iya mas, tadi ujan sih." Jawab gadis itu sambil sibuk merapikan dagangannya.

      "Oh ya namanya sapa mbak?" garuk-garuk dengkul.

      "Mersi mas, lengkapnya Siti Mersedez hihi.." senyum bangga.

      "Bagus mbak kaya merek mobil." nyengir buaya.

      "Soalnya dulu mami ku ngidam mobil mercy mas hehe..," ketawa sambil nata gorengan di etalase. "kalo nama mas sapa?"

      "Namaku Gatot," ngambil bakwan dua.

      "Ooo.."

      "Mbak minta susu kopinya ya, dingin-dingin enaknya minum yang anget-anget. Yang manis yaa.. Kaya mbak hehe.. He.." kedip-kedip orang cacingan.

      "Ahh mas bisa aja," senyum-senyum malu-maluin.

      "Beneran mbak." nyolek pipi.

     "Ihh.. genit kamu mas, yaudah bakwannya gratis satu buat mas." merah pipinya.

      "Waahh asikk makasih mbak," lompat-lompat girang.

      "Ini mas susu campur kopinya." taruh di depan gatot

      "Makasih mbak, Ehh mbak."

      "Ya mas."

      "Mbak tuh sexy lho.."

      "Yang bener mas." tersipu-sipu

      "Iya body kamu kaya gitar mbak." nyruput susu kopi.

      "Jadi malu.." muter-muter nari india.

      "Gitar ukulele huehehe.. Hee.." ketawa kuda.

      Gubraak mbak mersi jatuh. "Aduuh pusing, yaudah susu kopinya gratis juga deh buat mas Gatot." bangun sambil pegang kepala.

      "Waahh aasiikk.." ambil pisang goreng satu.

      Selesai makan dan minum Gatot bersiap keluar dari kantin. "Jadi berapa semuanya mbak?" Ngeluarin dompet.

      "Dua puluh ribu aja mas."

      "Haa.. mahal amat mbak, " mangap mulutnya.

     "Tadi kan susu kopinya sama bakwan gratis satu."

      "Iya minumnya gratis tapi udah abis bayar hehe.. Bakwan tetep gratis satu, trus ditambah tadi mas colek-colek pipi jadi semuanya dua puluh ribu mas."

      "Siiaall..," mau ga mau si Gatot bayar sambil gigit jari. "Kapok deh ngerayu gadis kantin lagi."

Rabu, 11 November 2015

Bagian 1: 3 Pasukan

     Di pagi yang mendung tiga makhluk jenaka jalan kaki menuju kampus. Ketiga makhluk ini adalah dari jenis manusia bersukumarga Ketela. Mereka bersahabat sejak masih balita. Kemana-mana selalu bersama, disaat suka maupun duka.
    
     Awan semakin hitam, sepertinya akan turun hujan. Mereka mempercepat langkah takut kehujanan, sambil bercanda, dorong-dorongan, saling pegangan tangan dengan hati riang gembira. Ga sadar kalau mereka sudah bukan anak-anak lagi.

     "Toloong.. tooloong..." Tiba-tiba terdengar teriakan dari orang-orang yang berlari ketakutan.

     Ada tiga siluman jahat yang bikin keributan. Mereka bertiga bersukumarga berri. Siluman pertama bernama stroberri, hobinya nakutin orang sambil gelinding kesana-kemari. "Juruss gelinding gendeng." ucap stroberry dengan semangat.

     "Juruus tangan seribuu." inilah siluman blekberri dengan lincah mencopet semua dompet orang-orang di sekitarnya.

     Siluman ketiga adalah bluberri, yang suka ngejar-ngejar cewek yang ada sambil ketawa, " huahua.. Huahuahua..."

     Ketiga anak muda berlari menghampiri para siluman itu. "Hentikann!!" salah satu dari anak muda itu teriak.

     "Siapa kalian anak muda? Berani sekali mengganggu kami." Tanya siluman stroberri dengan marah.

     "Kenalin ya, namaku Mas Gatot, Pasukan jenaka pertama." Pemuda berambut pendek rapi dengan kaos merah.

     "Aku Mas Gethuk, Pasukan jenaka kedua." Pemuda berkaca mata, rambutnya ikal dan berkaos biru.

     "Dan aku adalah Mbak Tiwul, Pasukan jenaka ketiga." Perempuan manis berambut sebahu dan memakai sweater kuning.

     "Seraang.." Siluman stroberri memberi aba-aba ke temannya.

     "Akan kami kalahkan kalian." ucap mas Gethuk bersiap bertarung. Mas Gethuk menghadapi Stroberri, mereka berdua melompat keatas mobil truk dan bertarung di atas bak truk.

     "Juruss gelindiing gendeng," Stroberri melakukan roll berputar ke arah Gethuk. "Kena kau hiaatt..."

     "Aduuhh.." Mas Gethuk terkena serangan dan terjatuh dari truk. Sambil meringis kuda megangin bokongnya yang sakit.

     Di sisi lain mas Gatot menghadapi si Blekberri, mereka bertarung sengit di bawah pohon. Dengan kecepatan tangan, Blekberri berhasil menyerang Gatot.

     "Juruus seribu tangaan," Seketika Blekberri mengambil semua barang yang di bawa Gatot. "Laaa.. La.. La.. Laa.. Semua barangmu ada di tanganku, la.. la.. laa." Blekberri jingkrak-jingkrak kegirangan.

     "Sialan! dasar siluman copet, kembaliin dompet, jam tangan, sama tas aku." kata Gatot sambil celingak-celinguk meriksa barang yang hilang di badannya.

     Sementara itu Bluberri yang hobinya ngejar-ngejar cewek, otomatis dia ngejar mbak Tiwul. Akhirnya mereka berdua kejar-kejaran ga jelas kesana-kemari, keluar masuk gang, rumah, lompat-lompat pagar, dan mobil.

     Bluberri terus mengejar tanpa lelah sambil tertawa bahagia. "Huahua.. Huauahua.."

     Mbak Tiwul kelelahan belari dan terjatuh. Nafas megap-megap kaya ayam dipotong. "Hah.. Haah.. Hah.. Fiuhh."

     "Mau lari kemana lagi huahua.. Huahuaah.. Haha.." ucap Bluberri mendekati Tiwul yang mulai berdiri dari jatuh.

     "Tunggu dulu! Sebentar aku mau minum dulu, haus banget nih," ucap Mbak Tiwul, kemudian mengambil botol minuman dari tasnya dan langsung meminumnya sampai habis, "Aaahhh suegeer tenann."

     Bluberri hanya melongo sambil mangap mulutnya melihat si Tiwul.

     "Sekarang waktunya kita balas teman-teman!" teriak tiwul dan mengambil posisi menyerang.

     "Siapp.." ucap Gethuk.

     "Oke kita gunakan teknik beladiri Gerakilat, ayo kita tunjukkan." ucap Gatot.

     Lalu mereka bertiga menarik napas dalam-dalam.

     "Terima ini.. Jurus Super Jitak Kilat!" Gatot menyerang Blekberri dengan jitakan kilatnya. Blekberri terjengkang langsung pingsan, kemudian Gatot mengambil lagi barang-barangnya yang tadi diambilnya.

     "Rasakan ini! Jurus Super Tampar Kilat!" Tiwul menampar Bluberri dengan sangat cepat hingga badannya berputar seperti gangsing. Bluberri jatuh pingsan matanya berputar-putar.

     "Giliranku, Jurus Super Kelitik Kilat!" dengan kecepatan tinggi, Gethuk mengelitik Stroberri sampai pingsan terkencing-kencing. Ketiga siluman itu pingsan dengan muka bahagia.

     "Terus kita apain nih siluman?" tanya Tiwul.

     "Udah biarin aja, besok juga bangun sendiri." jawab Gatot.

     "Ayo berangkat, udah telat nih ke kampus." ucap Gethuk.

     Tiba-tiba hujan turun dan mereka lari terbirit-birit.